Cara Mendeteksi Penyakit Meningitis Sejak Dini

Cara Mendeteksi Penyakit Meningitis Sejak Dini

Beberapa waktu ini penyakit meningitis santer terdengar setelah kepergian seorang selebritis dan pelawak terkemuka, yaitu Olga Syaputra. Dalam pemberitaan yang beredar, pelawak kondang dengan usia muda ini tutup usia karena penyakit yang menyerang selaput otak dan tulang belakang. Bagaimana cara mendeteksi penyakit meningitis sejak dini yang diam-diam membahayakan ini?

Meningitis adalah infeksi pada meninges (selaput pelindung) pada otak dan saraf tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Biasanya penyakit ini sering disebut sebagai infeksi selaput otak atau radang otak. Tanda-tanda seseorang mengalami gejala meningitis antara lain yaitu demam tinggi, sakit kepala yang hebat dan leher bagian belakang terasa kaku.

Penyakit ini sangat mungkin terjadi dialami oleh anak-anak sampai orang dewasa. Pada anak-anak, gejala meningitis hampir mirip dengan gejala flu namun ada beberapa perbedaan seperti : demam tinggi dengan kaki dan tangan yang terasa dingin, beberapa anak akan mudah mengantuk dan sulit dibangunkan, kejang-kejang dan sering menangis kencang. Beberapa kasus meningitis pada anak juga ditemukan ruam-ruam merah di tubuh mereka.

Adapun bakteri yang dapat menyebakan meningitis antara lain :

Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)

Bakteri ini merupakan bakteri penyebab utama dan terbanyak penyakit meningitis pada bayi maupun anak-anak. Jenis bakteri ini bisa menyebabkan infeksi pneumonia, sinusitis hidung dan telinga.

Neisseria meningitidis (meningococcus)

Bakteri neisseria meningitidis (meningococcus) adalah Penyebab kedua terbanyak setelah bakteri streptococcus pneumoniae. Bakteri ini terjadi diakibatkan karena adanya infeksi pada saluran pernafasan bagian atas dan kemudian masuk ke dalam peredaran darah mencapai selaput otak. Dalam waktu 24-48 jam sejak gejala awal muncul, jangan dianggap remeh karena dapat menyebabkan kematian.

Haemophilus influenza (haemophilus)

Bakteri Haemophilus influenza type b (Hib) adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Bakteri ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin Hib Vaccine

Listeria monocytogenes (listeria)

Bakteri ini dapat ditemukan di dalam makanan yang telah terkontaminasi dan makanan yang mudah terkontaminasi antara lain makanan-makanan berpengawet dan keju. Selain lewat makanan, bakteri ini juga bisa berkembang melalui hewan peliharaan.

Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis atau bakteri yang bisa menyebabkan penyakit TBC juga bisa menjadi penyebab meningitis.

Pencegahan meningitis bisa dilakukan sejak dini. Untuk bayi dan anak-anak, meningitis dapat dicegah dengan pemberian makanan yang bergizi, hindari makanan-makanan berpengawet dan makanan yang mudah terkontaminasi. Penyakit meningitis pada bayi maupun anak juga dapat dicegah bermula dari ibu hamil. Bagi ibu hamil, dapat dengan cermat dalam memilih makanan yang tidak mudah terkena bakteri. Vaksin juga merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap penyakit meningitis, baik untuk bayi, anak-anak maupun dewasa apalagi untuk mereka yang akan bepergian ke luar daerah seperti umroh, traveling atau mereka yang mengikuti kegiatan militer.

Baca Juga : Cara Mengobati Sariawan Berdasarkan Jenisnya, Penyebab Kolesterol Dan Asam Urat, Cara Agar Mata Tidak Cepat Lelah, Penularan Penyakit Dari Hewan Peliharaan, Bahaya Makan Nasi Dengan Mie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!