Benarkah Feromon Bisa Memikat Lawan Jenis?

Feromon dijelaskan sebagai zat yang bisa memberikan pesona atau stimulan dan daya tarik antar sesama individu. Konon awalnya hormon ini ditemukan pada hewan sebagai cara untuk berkembang biak, melindungi dari musuh, dan menarik lawan jenis. Pada serangga seperti ngengat misalnya, sang ngengat betina dapat menarik ngengat jantan dari jauh atau beberapa kilometer hanya dengan sinyal atau zat feromon yang ia keluarkan yang disebut dengan disparlur. Berbeda halnya dengan semut yang meninggalkan zat feromon sebagai jejak untuk kawanannya saat mencari makan dan untuk mengenali semut sesama jenisnya. Pada singa dan anjing feromon dihasilkan untuk mengenali lawan jenisnya apakah ia betina atau jantan dengan cara mencium aroma bagian genitalnya. Lantas, pada manusia sendiri benarkah feromon bisa memikat lawan jenis? berikut ini penjelasannya.

Benarkah feromon bisa memikat lawan jenis? berdasarkan katanya feromon bisa diartikan, fero = pembawa dan mon = sensasi. Feromon adalah senyawa yang dikeluarkan tubuh ( kasat mata dan tidak terukur ). Feromon berkaitan dengan hormon tubuh atau kelenjar endokrin. Pada wanita berkaitan dengan hormon estrogen, sedangkan pada pria berkaitan dengan hormon testosteron. Reaksi kimia yang ditimbulkan oleh feromon adalah jantung berdebar, wajah memerah dan sensasi tersendiri. Seseorang tidak bisa merasakan feromon yang keluar dari tubuhnya sendiri melainkan orang lain yang bisa merasakan.

Feromon berkaitan erat dengan indera penciuman tetapi dia bukan indera penciuman. Maksudnya adalah pada bagian belakang hidung kita ada yang namanya vomeronasal organ (VNO), yaitu salah satu indera yang akan menangkap dengan kuat feromon dibandingkan indera penciuman yaitu hidung. Tingkat sensitifitas vemoronasal mampu menangkap 1 per 10.000 detik sensasi dari feromon seperti detak jantung.

Lantas saat ini berkembang fenomena penggunaan feromon buatan pada manusia dalam bentuk sprei instant yang katanya mampu meningkatkan hasrat seksualitas lawan jenisnya hanya dengan mencium aroma semprotannya. Seperti yang tadi sudah disebutkan di awal bahwa feromon adalah senyawa yang dikeluarkan tubuh secara kasat mata dan tidak terukur. Apabila dikorelasikan dengan feromon buatan atau sintesis akan timbul pertanyaan besar berdasarkan apa pembutan feromon tersebut, karena feromon sendiri tidak bisa dilihat dan tidak bisa diukur.

Karena hal ini berkaitan dengan indera penciuman, selera manusia berbeda-beda dengan lawan jenisnya. Ada yang menyukai bau “A” dan ada yang menyukai “B”. Dan hal ini biasanya berhubungan dengan bau parfume seseorang. Tapi bukankan bau parfume itu hanya sementara atau cepat hilang?. Bukankah lebih baik aroma alami feromon yang keluar dari tubuh kita sendiri? yang jangka panjang atau seumur hidup.

Cara Mudah Meningkatkan Feromon Dalam Tubuh :

  1. Mandi Yang Bersih
  2. Banyak makan buah dan sayur
  3. Jauhi makanan yang merangsang bau badan seperti petai, jengkol, rokok dan alkohol.

Itulah tadi penjelasan mengenai pertanyaan benarkah feromon bisa memikat lawan jenis dan cara mudah meningkatkan feromon dalam tubuh. Sekian dan semoga bermanfaat.


programdetoksifikasi

 

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!