Apa Itu Chikungunya Dan Gejalanya?

Apa itu chikungunya dan gejalanya? chikungunya adalah infeksi akibat virus yang dibawa oleh nyamuk. Virus penyebab chikungunya termasuk dalam Genus Alphavirus; Family Togaviridae. Penularan chikungunya terjadi melalui gigitan nyamuk. Nyamuk utama yang menularkan chikungunya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang menggigit pada siang hari. Virus chikungunya dapat ditemukan di dalam darah pada minggu pertama setelah seseorang terinfeksi. Jika orang yang terinfeksi tersebut digigit nyamuk yang merupakan perantara infeksi chikungunya, maka virus tersebut masuk ke dalam tubuh nyamuk. Nyamuk yang telah terinfeksi dapat menularkan virus chikungunya ke orang sehat lainnya jika nyamuk menggigit orang tersebut.

Apa itu chikungunya dan gejalanya? gejala chikungunya biasanya muncul pada 3 – 7 hari setelah terinfeksi dan membaik dalam 7 – 10 hari. Gejala khas chikungunya adalah demam dengan suhu di atas 39 derajat celcius yang diikuti dengan keluhan sendi (lebih dari 1 sendi). Demam dapat berlangsung sampai 1 minggu. Nyeri sendi ini biasanya dirasakan terutama pada kedua tangan dan kaki. Namun, anak juga dapat mengeluhkan nyeri kepala, nyeri otot, nyeri tulang, sariawan, kulit mengelupas, diare, mata merah (conjunctivitis), mual, muntah, dan ruam pada kulit yang bisa terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Ruam pada kulit dapat terjadi dalam 2 – 5 hari setelah demam di beberapa lokasi tubuh seperti tangan, kaki, wajah dan badan. Jika dilihat, gejala chikungunya mirip dengan demam dengue. Tapi, chikungunya menyebabkan demam yang lebih tinggi dan nyeri sendi (lebih dari 1 sendi) yang hebat dibandingkan demam dengue.

Anak sebaiknya diperiksakan ke dokter jika didapatkan tanda/gejala seperti nyeri kepala berat, mengantuk, muntah terus-menerus, buang air kecil berkurang, pendarahan dari kulit atau tempat lain, demam 3 hari yang tidak membaik, terjadi pada bayi baru lahir.

Penderita chikungunya yang masih dicurigai menderita infeksi dengue, maka harus diperlakukan seperti penderita infeksi dengue sampai dipastikan bukan infeksi dengue. Hal ini dikarenakan infeksi dengue mempunyai komplikasi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan adalah :

  1. Hitung darah lengkap : pada hasil hitung darah lengkap biasanya didapatkan thrombocytopenia (penurunan jumlah trombosit) dan lymphopenia (penurunan jumlah fosit).
  2. Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati : biasanya didapatkan peningkatan nilai fungsi ginjal dan enzim hati.
  3. IgG dan IgM Chikungunya : biasanya antibodi terdeteksi pada akhir minggu pertama terinfeksi chikungunya.

Sedangkan cara perawatan untuk penderita chikungunya antara lain :

  1. Tidak ada pengobatan dengan menggunakan obat virus yang spesifik.
  2. Pengobatan dilakukan untuk meringankan gejala / keluhan.
  3. Chikungunya dapat sembuh sendiri, karena disebabkan oleh virus maka tidak dibutuhkan antibiotik.
  4. Istirahat cukup dan asupan cairan yang cukup.
  5. Jika anak demam, dapat diberikan paracetamol.
  6. Jika nyeri sendi hebat dapat diberikan obat anti-nyeri.
  7. Mencegah gigitan nyamuk pada minggu pertama saat penderita sakit guna mencegah terjadinya penularan kepada orang disekitanya.

Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu chikungunya dan gejalanya. Hal yang tidak kalah penting untuk kita ketahui adalah bagaimana cara pencegahannya. Untuk mencegah chikungunya, dapat dilakukan dengan cara mencegah gigitan nyamuk; jika tergigit jangan menggaruknya, cukup oleskan calamine lotion untuk mengurangi gejala gatal. Mencegah chikungunya sangat penting karena jika sudah terserang penyakit ini, bisa menimbulkan komplikasi seperti penyakit mata (uveitis, retinitis), myocarditis, gangguan ginjal, dan hepatitis. Sekian dan semoga bermanfaat.


Apa Itu Chikungunya Dan Gejalanya

 

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!