Mengenal Penyakit Campak Pada Anak

Hampir semua orang tua setuju bahwa mengurus anak bukanlah hal yang mudah. Mulai dari pakaian, makanan, hingga kesehatannya harus kita perhatikan dengan baik. Karena anak-anak terutama bayi sangat rentan terkena berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang anak-anak adalah penyakit campak. Apa itu penyakit campak? Campak atau yang sering disebut juga dengan rubeola, measles adalah infeksi kulit yang virus golongan Paramyxovirus yang ditandai dengan gejala demam, ruam kulit dan pilek. Penularan campak dapat terjadi melalui udara yaitu melalui percikan ludah dan hidung, mulut, dan tenggorokan penderita campak. Campak jarang terjadi pada bayi di bawah 3 bulan. Untuk lebih mengenal penyakit campak pada anak, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Cara Penularan Campak Pada Anak

Langkah pertama untuk lebih mengenal penyakit campak pada anak adalah dengan mengetahui cara penularannya terlebih dahulu. Menurut WHO, virus campak menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, kontak dengan cairan hidung atau cairan dari tenggorokan penderita yang terinfeksi virus campak dapat menyebabkan penularan virus tersebut. Penularan virus campak dari penderita dapat terjadi dalam waktu 4 hari sebelum dan 4 hari sesudah munculnya ruam campak. Saat 3-4 hari pertama munculnya ruam campak adalah waktu resiko tinggi penularan.

Gejala Campak Pada Anak

Menurut WHO dan CDC, gejala campak biasanya muncul 10-12 hari (dengan rentang 7-18 hari) setelah anak terpapar virus campak. Gejala campak, antara lain:

  1. Demam tinggi.
  2. Salah satu dari gejala berikut ini : batuk, pilek, hidung berair, atau mata merah.
  3. Adanya koplik spot (bintik koplik), yaitu kemerahan pada mukosa yang merupakan tanda khas campak. Bintik koplik dapat ditemukan dalam pemeriksaan fisik oleh dokter. Bintik koplik ini dapat muncul 1-2 hari sebelum ruam campak atau 1-2 hari setelah ruam campak.
  4. Adanya ruam kulit (bercak merah) diseluruh tubuh muncul saat demam tinggi dan bisa semakin banyak hingga 5-6 hari. Ruam campak biasanya muncul 14 hari setelah anak terpapar virus campak. Ruam campak muncul dimulai dari batas rambut, kemudian wajah, leher bagian atas dan menyebar ke tangan dan kaki sekitar 3 hari kemudian. Pada awalnya, ruam campak akan menghilang/menjadi pucat jika dilakukan penekanan dengan jari pada ruam tersebut. Namun ruam tersebut biasanya tidak lagi menghilang/menjadi pucat jika dilakukan penekanan setelah 3-4 hari kemudian.
  5. Riwayat kontak dengan penderita campak.
  6. Riwayat imunisasi belum lengkap.

Sekali anak terkena campak, maka anak akan memiliki kekebalan alami yang permanen sehingga anak menderita campak sekali dalam seumur hidup. Jika anda tidak mengenal penyakit campak pada anak, sebenarnya, gejala campak terbagi menjadi 3 stadium, diantaranya:

  1. Stadium prodromal (2-4 hari): anak bisa mengeluh demam yang diikuti dengan batuk, hidung berair, nyeri telan, mata merah, dan sariawan.
  2. Stadium erupsi : munculnya ruam kulit kemerahan hingga 5-6 hari yang dimulai dari belakang telinga, wajah, leher, dan kaki tangan.
  3. Stadium penyembuhan: ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya setelah 3 hari dan menjadi kehitaman, mengelupas dan hilang dalam waktu 1-2 minggu.

Menurut gejalanya, campak diklasifikasikan menjadi campak berat dan tidak berat. Campak tidak berat adalah campak yang disertai gejala di atas namun tidak didapatkan tanda-tanda campak berat. Tanda/gejala campak berat antara lain :

  1. Muntah terus-menerus.
  2. Kejang.
  3. Malas minum atau tidak mau minum.
  4. Gangguan kesadaran/anak mengantuk terus.
  5. Kekeruhan pada kornea.
  6. Disertai gejala pneumonia.
  7. Dehidrasi akibat diare.
  8. Malnutrisi berat.
  9. Terdapat luka pada mulut yang dalam atau lebar.

Penanganan Campak Pada Bayi / Anak

Berikutnya adalah mengenal penyakit campak pada anak melalui cara penanganannya. Penanganan pada anak yang terkena campak antara lain :

  1. Campak tidak membutuhkan pengobatan yang khusus. Campak disebabkan oleh virus, oleh karena itu tidak membutuhkan antibiotik dan anak mendapatkan pengobatan rawat jalan.
  2. Jika anak menderita campak yang berat atau dengan komplikasi, maka dilakukan rawat inap.
  3. Idealnya anak diisolasi selama 4 hari setelah munculnya bercak campak agar tidak menularkan virus ke anak lain yang sehat.
  4. Jika anak mengalami dehidrasi, diberikan oralit sesuai rekomendasi WHO (penjelasan pada bab diare).
  5. Jika terdapat mata merah tidak perlu pengobatan jika cairannya jernih. Namun jika bernanah, dapat diberikan salep kloramfenikol/tetrasiklin 3 kali sehari selama 7 hari.
  6. Pastikan anak sudah diberikan vitamin A. Menurut WHO, pemberian vitamin A dapat mencegah kerusakan mata hingga kebutaan sebagai komplikasi campak dan menurunkan jumlah kematian hingga 50%.

Mencegah Campak Pada Anak

Penting juga untuk mengenal penyakit campak pada anak dari cara mencegahnya. Pencegahan penyakit campak dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menjaga daya tahan tubuh misal dengan makan teratur dan istirahat yang cukup.
  2. Imunisasi. Menurut WHO, imunisasi campak menurunkan 78% kematian akibat campak di seluruh dunia pada tahun 2000-2012.
    1. Vaksin campak. Vaksin campak diberikan pada saat anak berusia 9 bulan, 2 tahun, dan pada saat anak SD dalam program BIAS. Jika saat bayi sudah menderita campak maka pemberian vaksin campak masih bisa dilakukan karena kekebalan yang didapat akibat penyakit campak tidak melindungi seumur hidup.
    2. Vaksin MMR (vaksin MMR/mumps, measles, rubella) yang merupakan kombinasi antara campak, gondongan, dan campak jerman. Dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Pemberian vaksin MMR dosis kedua bertujuan untuk memunculkan kekebalan pada anak jika ternyata pemberian vaksin pertama gagal menimbulkan kekebalan pada anak terhadap penyakit tersebut.
    3. Pemberian vaksin MMR maupun vaksin campak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di lokasi bekas suntikan dan efek samping lainnya (selain alergi) misalnya timbul demam, pilek, ruam yang dapat timbul 5-12 hari setelah penyuntikan. Demam adalah komplikasi yang seringkali muncul setelah vaksinasi dan dapat menetap selama 1-2 hari. Sementara itu, ruam-ruam yang sifatnya sementara dapat timbul 7-10 hari setelah penyuntikan vaksin. Oleh karena itu, jika lokasi bekas suntikan terasa nyeri maka dapat dilakukan kompres air dingin. Jika anak demam dapat diberikan Paracetamol dan memperbanyak pemberian ASI (jika anak masih menyusu) atau air minum lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai bagaimana cara mengenal penyakit campak pada anak atau bayi dan balita. Sekian dan semoga bermanfaat.


Mengenal Penyakit Campak Pada Anak

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!