Gejala Penyakit Malaria Pada Anak

Umumnya, gejala penyakit malaria pada anak adalah demam naik turun yang disertai keluhan menggigil. Tetapi pola demamnya berbeda-beda tergantung jenis malaria yang menginfeksi. Setelah anak terinfeksi malaria, biasanya didahului oleh gejala prodromal, seperti tidak nafsu makan, lesu, mual, muntah dan nyeri kepala. Gejala penyakit malaria pada anak bisa muncul 10 hari sampai 4 minggu setelah terinfeksi sesuai dengan jenis plasmodium yang menginfeksi, ada yang langsung muncul, ada juga yang baru muncul 1 tahun kemudian. Hal itu disebut sebagai masa inkubasi, yaitu rentang waktu sejak masuknya parasit malaria ke tubuh anak sampai munculnya gejala sakit malaria, seperti demam. Berikut ini adalah masa inkubasi penyakit malaria menurut Depkes RI tahun 2008:

  • Plasmodium Falciparum : Masa inkubasi 9 sampai 14 hari.
  • Plasmodium vivax : Masa inkubasi 12 sampai 17 hari.
  • Plasmmodium ovale : Masa inkubasi 16 sampai 18 hari.
  • Plasmodium malariae : Masa inkubasi 18 sampai 40 hari.

Demam khas yang terjadi pada malaria biasanya berlangsung 8 sampai 12 jam dan dapat ditemukan pada anak yang pertama kali terinfeksi malaria, bukan tinggal di daerah endemis malaria, dan belum mempunyai kekebalan terhadap malaria. Demam khas yang terjadi pada malaria mempunyai beberapa stadium, yaitu :

  1. Stadium menggigil : Anak merasa dingin hingga tubuhnya menggigil, terkadang disertai muntah. Stadium ini biasanya berlangsung 15 menit sampai 1 jam.
  2. Stadium puncak demam : Setelah anak merasa kedinginan, tiba-tiba berubah menjadi panas, biasanya berlangsung 2 sampai 6 jam. Suhu menjadi tinggi dapat mencapai 40 derajat celcius sehingga anak bisa merasa kehausan. Selain itu, pada stadium ini, muka dapat menjadi merah, anak mengeluhkan nyeri kepala, mual, hingga muntah. Suhu yang sangat tinggi ini pada anak dapat menyebabkan kejang.
  3. Stadium berkeringat : Anak mengeluarkan banyak keringat, suhu tubuh turun dan bisa mencapai di bawah angka normal. Stadium ini biasanya berlangsung 2 sampai 4 jam. Pada stadium ini anak bisa tidur nyenyak dan anak bisa melakukan aktivitas.

Berikut ini adalah waktu interval demam dan infeksi yang ditimbulkan oleh plasmodium malaria:

  • Plasmodium vivax (malaria tersiana) : Interval demam selama 48 jam dan infeksi yang bisa ditimbulkan berupa Splenomegali (pembesaran limpa) dan anemia.
  • Plasmmodium ovale (malaria tersiana) : Interval demam selama 48 jam dan infeksi yang bisa ditimbulkan berupa Splenomegali (pembesaran limpa) dan anemia.
  • Plasmodium falciparum : Interval demam selama 36 sampai 48 jam dan infeksi yang bisa ditimbulkan berupa Splenomegali (pembesaran limpa) dan anemia.
  • Plasmodium malariae (malaria kuartana) : Interval demam selama 72 jam dan infeksi yang bisa ditimbulkan berupa Splenomegali (pembesaran limpa) dan anemia.

Berdasarkan data diatas, derajat anemia yang ditimbulkan berbeda-beda sesuai dengan jenis Plasmodium yang menginfeksi. Plasmodium Falciparum merupakan parasit yang dapat menghancurkan sel darah merah dengan cepat sehingga dapat menyebabkan anemia dengan cepat dan lebih banyak terjadi pada anak. Sedangkan Plasmodium vivax, plasmodium ovale, dan plasmodium malariae biasanya menyebabkan anemia jika malaria terjadi dalam waktu yang berkepanjangan (malaria kronis). Adanya penghancuran sel darah merah ini dapat menimbulkan jaundice pada anak, yaitu kondisi dimana kulit dan bagian putih dari mata menjadi kekuningan. Pada masyarakat yang tinggal di daerah endemis malaria atau yang sudah mempunyai kekebalan terhadap parasit malaria, gejala penyakit malaria pada anak tidak selalu ada bahkan ada juga yang tidak menderita demam, misalnya badan pegal dan diare saja.

Itulah penjelasan mengenai gejala penyakit malaria pada anak. Sekian dan semoga bermanfaat.


Gejala Penyakit Malaria Pada Anak

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!